Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Januari 2011

10 Bahasa Yang Paling Banyak Digunakan di Dunia

Pojok Musi Rawas; BAHASA bisa dibilang merupakan salah satu anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Bayangkan jika di dunia ini tidak ada bahasa atau hanya ada 1 bahasa saja, apakah mungkin para ilmuwan bisa menciptakan penemuan-penemuan penting? Lalu, ada berapa sebenarnya jumlah bahasa di dunia? Menurut Ethnologue, saat ini ada sekitar 6.912 bahasa yang dituturkan orang di seluruh dunia. Jumlah ini tentu saja masih diragukan keakuratannya karena tiap hari ada bahasa baru yang mungkin muncul, sebaliknya ada pula bahasa yang punah.

Kita sebagai orang Indonesia bolehlah sedikit berbangga karena ternyata bahasa Indonesia masuk dalam 10 besar bahasa yang memiliki jumlah penutur terbanyak di dunia. Hmmm....jadi ada berapa banyak jumlah penutur bahasa Indonesia? Jawabannya, silahkan ikuti daftar 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di dunia yang dimulai dari urutan:

10. Bahasa Perancis

Bahasa yang sering disebut-sebut sebagai bahasa paling romantis di dunia ini selain digunakan di Perancis juga menjadi bahasa resmi di beberapa negara yang pernah dijajahnya. Bahasa Perancis juga adalah salah satu bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) selain bahasa Inggris, Mandarin, Rusia, Spanyol dan Arab.
  • Jumlah penutur: sekitar 200 juta jiwa
  • Jenis Aksara: Latin
  • Negara Penutur: Perancis, Monaco, Kanada, Swiss, Belgia, Luxemburg, Benin, Burkina Faso, Burundi, Kamerun, Afrika Tengah, Chad, Komoro, Kongo/Zaire, Pantai Gading, Djibouti, Guinea, Guinea Katulistiwa, Gabon, Guernsey, Madagaskar, Mali, Mauritius, Niger, Rwanda, Senegal, Seychelles, Togo, Haiti, Lebanon, Kaledonia Baru, Vanuatu. Polynesia, Martinique, Guadalupe. Bahasa resmi PBB.
  • Untuk menyapa dalam bahasa Perancis, ucapkan: "Bonjour" (bone-JOOR).

9. Bahasa Bengali

Bangladesh adalah sebuah negara dengan wilayah geografis yang kecil, tapi jumlah penduduknya mencapai 162 juta orang. Bahasa resmi Bangladesh adalah Bahasa Bengali. Karena wilayah Bangladesh hampir seluruhnya berbatasan dengan India maka jumlah penutur bahasa Bengali meluas hingga ke beberapa wilayah India.
  • Jumlah penutur: Sekitar 230 juta jiwa
  • Jenis Aksara: Bengali
  • Negara Penutur: Bangladesh, India
  • Untuk menyapa dalam bahasa Bengali, katakan “Ei Je” (EYE-jay).

8. Bahasa Portugis

Portugal memang hanyalah sebuah negara yang kecil dan bisa dikatakan salah satu negara miskin di Eropa. Namun pada abad ke 15, Portugal merupakan bangsa yang besar karena merekalah yang pertama-tama melakukan penjelajahan maritim ke berbagai penjuru dunia. Berkat jasa para penjelajah seperti Vasco da Gama, Henry the Navigator, Afonso de Albuquerque dan Pedro Álvares Cabral, Portugal menguasai wilayah-wilayah penting di Asia, Afrika dan Amerika Selatan dan kemudian menanamkan pengaruh kebudayaannya di sana.
  • Jumlah penutur: sekitar 240 juta jiwa
  • Jenis Aksara: Latin
  • Negara Penutur: Portugal, Brazil, Angola, Cape Verde, Timor Timur, Guinea-Bissau, Makau, Mozambique, São Tomé e Príncipe.
  • Untuk menyapa dalam bahasa Portugis, ucapkan: “Bom dia” (Bohn DEE-ah).

7. Bahasa Melayu (termasuk Bahasa Indonesia)

Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu... Bahasa Indonesia yang termasuk dalam rumpun bahasa Melayu ternyata berada pada urutan ke 7 dengan jumlah penutur sekitar 259 juta orang. Hitungan kasar ini didapatkan dari perkiraan jumlah penduduk Indonesia tahun 2009 yang mencapai 230 juta jiwa ditambah penduduk Malaysia 28 juta, penduduk Brunei 388 ribu serta sebagian kecil penduduk Thailand, Singapura dan Timor Timur. Jumlah ini mungkin bisa bertambah karena sejak tahun 2007 Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa resmi kedua di Vietnam.

Fakta menarik tentang bahasa Indonesia:
  • Bahasa Indonesia menduduki peringkat 3 di Asia dan peringkat ke 26 di dunia dalam hal Tata bahasa terumit di dunia.
  • Bahasa Indonesia juga mendunia di dunia maya, buktinya wikipedia berbahasa Indonesia telah menduduki peringkat 26 dari 250 wikipedia berbahasa asing di dunia dan peringkat 3 di Asia setelah bahasa Jepang dan Mandarin, selain itu bahasa Indonesia menjadi bahasa ke 3 yang paling banyak digunakan dalam postingan blog di wordpress.

6. Bahasa Rusia

Mikhail Gorbachev, Vladimir Putin, Roman Abramovich, Anna Kournikova, dan si cantik Maria Sharapova adalah para penutur bahasa Rusia yang kita sudah kenal lewat berbagai pemberitaan media. Namun, selain mereka tentu saja ada 270-an juta orang lainnya yang menggunakan bahasa Rusia sebagai bahasa resmi.
  • Jumlah penutur: sekitar 278 juta jiwa
  • Jenis aksara: Cyrillic
  • Negara penutur: Rusia, Belarusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Moldova. Bahasa resmi PBB
  • Untuk menyapa dalam bahasa Rusia, ucapkan: “Zdravstvuite” (ZDRAST-vet-yah).

5. Bahasa Arab

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa tertua di dunia dan merupakan bahasa yang digunakan dalam Al Qur’an. Bahasa Arab banyak meminjamkan kosa katanya ke sejumlah bahasa di Eropa utamanya bahasa Spanyol, Portugis dan Sisilia. Bahasa Arab, seperti juga bahasa Ibrani dan Persia memakai sistem penulisan aksara dari kanan ke kiri. Sejak tahun 1974, bahasa Arab digunakan sebagai salah satu bahasa resmi di PBB.
  • Jumlah penutur: sekitar 300 juta orang
  • Jenis aksara: Arab
  • Negara penutur: Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Chad, Komoro, Djibouti, Mesir, Eritrea, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Niger, Oman, Palestina, Qatar, Somalia, Sudan, Syria, Tunisia, Uni Emirat Arab, Sahara Barat, Yaman, Mauritania, Senegal, Mali. Bahasa resmi PBB
  • Untuk menyapa dalam bahasa Arab, ucapkan; Assalammualaikum Wr Wb.

4. Bahasa Spanyol

Setelah Portugal menguasai jalur-jalur maritim di Asia, Afrika dan Amerika pada abad ke 15, gantian Spanyol yang mendominasi wilayah-wilayah tersebut sejak abad ke 16 dan 17. Akibatnya, banyak kebudayaan Spanyol yang tertancap kuat di sana. Saat ini, Bahasa Spanyol banyak dipakai sebagai bahasa resmi negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan. Selain itu, bahasa Spanyol juga banyak dituturkan di beberapa negara bagian Amerika Serikat yang berbatasan dengan Meksiko. Bahkan beberapa kosa kata bahasa Inggris dipinjam dari bahasa Spanyol seperti tornado, bonanza, patio, quesadilla, Enchilada, dan taco grande supreme, dll.
  • Jumlah penutur: sekitar 400 juta
  • Jenis aksara: Latin
  • Negara penutur: Spanyol, Argentina, Bolivia, Chile, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, Guinea Katulistiwa, Guatemala, Honduras, Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Mexico, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Puerto Rico, Uruguay, Venezuela
  • Untuk menyapa dalam bahasa Spanyol, ucapkan: “Hola”.

3. Bahasa Hindi

India memang unik! Bayangkan saja, negara ini punya penduduk terbanyak kedua di dunia, film-film Bollywood, Taj Mahal, Raja Asoka yang Agung, Mahatma Gandhi.... ehh, ternyata India tidak memiliki bahasa nasional resmi. Bahasa Hindi yang dituturkan oleh sebagian besar masyarakat India hanya diakui sebagai bahasa resmi sehari-hari bersama bahasa Inggris dan bukan sebagai bahasa nasional oleh konsitusinya.
  • Jumlah penutur: sekitar 497 juta
  • Jenis aksara: Devanagari
  • Negara penutur: India, AS (100.000 jiwa), Mauritius (685.170 jiwa), Afrika Selatan (890.292), Yaman (232.760 jiwa), Uganda (147.000 jiwa), Singapura (5.000 jiwa), Selandia Baru (20.000 jiwa), Jerman (30.000 jiwa), Fiji, Nepal, Suriname, Trinidad & Tobago, Guyana dan Uni Emirat Arab.
  • Untuk menyapa dalam bahasa Hindi, ucapkan “Namaste” (Nah-MAH-stay).

2. Bahasa Inggris

Nah, ini dia bahasa paling populer di dunia sekaligus bahasa yang paling banyak diadopsi menjadi bahasa resmi di beberapa negara dan organisasi internasional. Tercatat ada 53 negara dan 10 organisasi internasional yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Selain itu, hampir semua negara di dunia menerapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa nasionalnya masing-masing.
  • Jumlah penutur: sekitar 500 juta jiwa
  • Jenis aksara: Latin
  • Negara penutur: Inggris Raya, AS, Afrika Selatan, Antigua & Barbuda, Australia, Bahama, Bangladesh, Barbados, Belize, Botswana, Brunei Darussalam, Dominika, Ethiopia, Eritrea, Fiji, Filipina, Gambia, Ghana, Grenada, Guyana, Hong Kong, India, Irlandia, Jamaika, Kamerun, Kanada, Kenya, Kiribati, Lesotho, Liberia, Malawi, Maladewa, Malta, Marshall Kepulauan, Maritius, Micronesia, Namibia, Nauru, Nigeria, Pakistan, Palau, Papua Nugini, Rwanda, Saint Kitts & Nevs, Saint Lucia, Saint Vincent & Grenada, Samoa, Selandia Baru, Seychelles, Sierra Leone, Singapura, Solomon Kepulauan, Somalia, Sri Lanka, Swaziland, Tanzania, Tonga, Trinidad & Tobago, Tuvalu, Uganda, Vanuatu, Zambia, Zimbabwe. Organisasi Internasional: PBB, Uni Eropa, Persemakmuran, CoE, NATO, NAFTA, OAS, OIC, PIF, UKUSA, dll.
  • Untuk menyapa dalam bahasa Inggris, ucapkan: F*** U.

1. Bahasa Mandarin

Tak salah lagi, Bahasa Mandarin adalah bahasa yang paling banyak dituturkan orang di seluruh dunia. Jumlah penduduk di China/Tiongkok saat ini diperkirakan hampir mencapai 1,4 milyar juta jiwa. Dari jumlah ini, semuanya diwajibkan bertutur kata resmi dalam satu bahasa yaitu Bahasa Mandarin. Belum lagi, para imigran Tionghoa di berbagai penjuru dunia yang setia menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa sehari-harinya.

Asal-usul kata Mandarin
Kata mandarin dalam bahasa Indonesia sendiri sepertinya diserap dari bahasa Inggris yang mendeskripsikan bahasa Cina juga sebagai bahasa Mandarin. Namun sebenarnya, kata Mandarin ini diserap bahasa Inggris dari bahasa Cina sendiri. Mandarin secara harfiah berasal dari sebutan orang asing kepada pembesar-pembesar Dinasti Qing di zaman dulu.

Dinasti Qing adalah dinasti yang didirikan oleh suku Manchu, sehingga pembesar-pembesar kekaisaran biasanya disebut sebagai Mandaren (Hanzi: 滿大人) yang berarti Yang Mulia Manchu. Dari sini, bahasa yang digunakan oleh para pejabat Manchu waktu itu juga disebut sebagai bahasa Mandaren. Penulisannya berevolusi menjadi Mandarin di kemudian hari.
  • Jumlah penutur: sekitar 1,5 milyar jiwa.
  • Jenis aksara: Karakter Cina
  • Negara penutur: Cina dan komunitas keturunan Cina lainnya di seluruh dunia. Bahasa resmi PBB.
  • Untuk menyapa dalam bahasa Mandarin, ucapkan "Ni hao" (Nee HaOW)

Rangking ITB melampaui Harvard...

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeYbNsSpbqhHSP7vz7EqbNCZNpPX50SXylQGwLnBn6f_NnCnGyjc1UxgnPvezvqlYPegTIGfZ_rzr8CTYRXSh7235S1e-Z8P0qcrG9-pwA3DfLgF9WnWObiF5GvWZPC9a6WX2LAvfsFTOd/s1600/harvard_university_building.jpg

(klik link nya...)


Rangking 32 :ITB
Rangking 36 :Harvard
Rangking 85 :Johns Hopkins University
Rangking 97 :The University of Tokyo
Rangking 143 :Tufts University
Rangking 155 :Universitas Indonesia
Rangking 163 :Nanyang Technological University
Rangking 211 :Universität Heidelberg
.
.
.
.
Rangking 2391 :Universitas Airlangga


sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6729766

Senin, 17 Januari 2011

INILAH DAFTAR 50 UNIVERSITAS TERBAIK DI INDONESIA 2010-2011


http://www.muslimdaily.net/berita/ged-pusat-ugm.jpg


Universitas Terbaik di Indonesia 2010 versi Webometrics.

Berikut ini daftar Universitas Terbaik di Indonesia per Januari 2010 yang masuk dalam jajaran 8000 Universitas Unggulan di Dunia menurut penilaian Webometrics. gimana menurut kamu berita dari i-dus?Inilah daftar universitas terbaik di Indonesia 2010:

1* 562** Universitas Gadjah Mada (UGM)

2* 661** Institut Teknologi Bandung (ITB)

3* 815** Universitas Indonesia (UI)

4* 854** Universitas Kristen Petra (PETRA)

5* 1025** Universitas Gunadarma (UG)

6* 1256** Universitas Negeri Malang (UM)

7* 1315** Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

8* 1585** Universitas Sebelas Maret (UNS)

9* 1628** Universitas Airlangga (UNAIR)

10* 2026** Universitas Brawijaya (UNBRA)

11* 2059** Universitas Diponegoro (UNDIP)

12* 2162** Universitas Pertanian Bogor (IPB)

13* 2236** Universitas Padjadjaran (UNPAD)

14* 2298** Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

15* 2337** Universitas Sriwijaya (UNSRI)

16* 2422** Universitas Islam Indonesia (UII)

17* 2471** Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

18* 2616** Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK AMIKOM)




sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6636821

Jumat, 14 Januari 2011

PARAH BLI..., LIAT PNS INI BLI..., KERJANYA CUMA MAEN POKER DI KANTOR

YANG BEGINI NIKH MAKAN GAJI BUTA,KURANG AJAR!!! HA HA HA


sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5469200

Selasa, 28 Desember 2010

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG (UMM) TOLAK CALON DOKTER DARI MALAYSIA



Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan tegas menolak mahasiswa dari Malaysia menimba ilmu di bidang kedokteran dan farmasi. Pasalnya, peralatan canggih dan biaya mahal milik negara di Fakultas Kedokteran hanya sarana belajar mahasiswa dalam negeri.

"Kami secara jelas menolak mahasiswa dari Malaysia, begitu juga dari negara lain. Karena fasilitas kita gunakan bukan untuk memberikan ilmu kepada bangsa lain. Dan juga melanggar peraturan untuk melakukan itu," kata Rektor UMM Muhajjir Efendi kepada wartawan di Kampus UMM Jalan Raya Sumbersari, Senin (30/8/2010).

Muhajjir membantah sikap ini terkait hubungan yang tengah memanas antara Indonesia dengan negeri jiran itu. Namun hal itu merupakan kebijakan dari UMM sendiri. "Kalau belajar di jurusan dan fakultas lain, kami persilahkan saja," terangnya.

Sampai saat ini, kata dia, sekitar 20 mahasiswa asal Malaysia telah belajar di lembaga pendidikan dipimpinnya itu. Mereka belajar di fakultas dan jurusan selain kedokteran dan farmasi. "Ada 20 mahasiswa Malaysia yang belajar di sini, tapi tidak di fakultas kedokteran dan jurusan farmasi," ungkapnya.

Muhajjir menyesalkan universitas negeri yang memberikan keleluasaan terhadap mahasiswa asing belajar di Fakultas Kedokteran dan jurusan farmasi. Padahal fasilitas itu milik negara dan dilarang keras dipergunakan untuk orang asing. Negara-negara maju telah menerapkan langkah tersebut dengan melarang mahasiswa asing belajar menggunakan fasilitas negara yang biaya mahal dan canggih. "Di Inggris aja juga tidak boleh," tegasnya. (fat/fat)

detik.com

Selasa, 21 Desember 2010

Bahasa Indonesia Dipelajari Oleh 45 Negara di Dunia


Bahasa merupakan hal yang sangat penting di dalam melakukan komunikasi. Suatu bangsa akan lebih dikenal, apabila, bahasa nasionalnya menjadi salah satu bahasa yang dipergunakan oleh bangsa lain di dunia.

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial. Tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif. Kalau perlu, Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara, guna membangun saling pengertian dan perbaiki citra .

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu, ketika tampil pada pleno Kongres IX Bahasa Indonesia, yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional, Jakarta.

“Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh, Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan, anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.

Untuk kepentingan diplomasi, dan menambah pengetahuan orang asing tentang bahasa Indonesia, menurut Dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini, modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan, sehingga orang bisa mengakses di mana saja dan kapan saja.


Di samping itu, keberadaan Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara sangat membantu dan penting. Negara-negara asing gencar membangun pusat kebudayaannya, seperti China yang dalam tempo 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan. Sedangkan bagi Indonesia, untuk menambah dan membangun Pusat Kebudayaan terkendala anggaran dan sumber daya manusia yang handal.

Dalam sesi pleno sebelumnya, Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang Politik Kebahasaan di Indonesia untuk Membentuk Insan Indonesia yang Cerdas Kompetitif di atas Fondasi Peradaban Bangsa, mengatakan, tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insan yang cerdas, kreatif/inovatif, dan berdaya saing, baik lokal, nasional, maupun global.

Untuk memenuhi keperluan itu, sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia, dan bahasa asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya.

Dendy Sugono melukiskan, kebutuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu, untuk lokal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan, dan bahasa daerah . Untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan, dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk global, dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan, dan bahasa asing.

Artinya, orang Indonesia sudah bisa mempergunakan bahasa Indonesia di 45 negara tersebut. Asyik, ya?

Selasa, 09 November 2010

Sejarah penemuan lambang burung garuda


Garuda merupakan lambang Negara Indonesia, hampir semua orang tahu itu. Namun hanya sebagian orang saja yang mengetahui siapa penemunya dan bagaimana kisah hingga menjadi lambang kebanggaan negara ini.
Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.Dia lah Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak.

Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.

Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin.

Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.

Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.

Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.



sumber :http://dunia-panas.blogspot.com/2010/11/sejarah-penemuan-lambang-burung-garuda.html

Senin, 26 April 2010

Masak Sekolah di Sumsel, Seluruh Siswanya Tak Lulus UN !!!


http://school-magz.com/wp-content/uploads/2009/12/tolak-ujian-nasional.jpg


Hasil Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA 2010 secara resmi baru akan diumumkan pada Senin, 26 April mendatang. Namun dapat diketahui, dari 76.508 jumlah peserta, tercatat 73.466 siswa yang lulus dan 3.042 siswa dinyatakan tidak lulus. Bahkan ada satu sekolah yang menjadi peserta UN tidak lulus 100 persen.

"Memang ada sekolah yang tidak lulus 100 persen, tapi kami belum mau kasih tahu," kata Kadisdik Provinsi Sumsel, Widodo, di Palembang, Sabtu (25/4/2010). Agar menghindari dampak buruk, Widodo tidak mau menyebutkan nama sekolah tersebut kecuali saat pengumuman resmi.


http://t4belajar.files.wordpress.com/2009/04/ujian.jpg




Ia menjelaskan, angka kelulusan UN tahun ini mencapai 96,02 persen, turun 2,13 persen dibanding kelulusan tahun 2008/2009, yaitu 98,15 persen.

Kendati demikian, kata Widodo, pihaknya merasa puas dengan hasil tersebut. Sebab, angka itu paling tidak menunjukkan adanya peningkatan dari aspek pengawasan. Ia juga tidak menampik adanya indikasi kecurangan seperti diberitakan media massa.

"Secara keseluruhan kita sangat puas dengan UN tahun ini. Paling tidak dalam pengawasan ada peningkatan dibanding sebelumnya," ujar Widodo.





sumber :http://berita-lampung.blogspot.com/2010/04/aneh-tapinyata-sekolah-di-sumsel.html

PARAH !! Puluhan Anak SD Tawuran Dengan Samurai !!!

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwmJrsNR3qbJ6RHElrZM2hj8arIpTuqyrGTso4JWRznOHo0As0C11nD_xINrhyphenhyphenR9Zvvs7rrL-YqucGpmX_P8AWSrCnKvrac6VZsoAaw_rEyuivw6TVv7-LnE8VFkPCgvGr86_OyGfudUg/s1600/metronw2.jpg



Sungguh ironis, ternyata tawuran tidak hanya marak pada orang dewasa, Pelajar SD pun kini ikut-ikutan membudayakan Tawuran, bahkan mereka mempersenjatai dirinya dengan batu, balok kayu dan lebih parah lagi sebagian dari mereka ada yang membawa Samurai.

Dikutip dari MetroTV, Tawuran antar murid sekolah dasar ini terjadi di daerah Latumaten, Jakarta Barat, Sabtu (24/2) siang.


Anak-anak yang masih bau kencur ini tak kalah dengan senior-seniornya mereka saling lempar batu dan bahkan ada salah satu Anak berteriak-teriak mengancam dengan Samurai yang Dia bawa. Tawuran ini berlangsung sengit, mereka tidak peduli dengan arus lalu lintas yang masih sangat padat.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcOYCweK4cJklFDEbTUgokhXwOEyrUW0jkLQSchLbpLOANoT_smHpHrLHpVSvWS-EZst_7Ul2E5fF147vyLNWYEE7r4ovGi_44RYOo-9bf1gCuVz2k4p8Za_vcyZ8VUn79ljJOxu2KxYM/s1600/metronews1.jpg


tawuran yang terjadi sebenarnya dipicu dengan masalah yang sangat sepele. Mereka hanya saling ejek.

Pertarungan antar anak SD ini tidak berlangsung lama, karena mereka membubarkan diri, dengan lari terbirit-birit setelah melihat polisi datang ke tempat kejadian tawuran.

Sementara itu arus lalu lintas sempat terganggu karena adanya tawuran itu.



sumber :http://ogahnice.blogspot.com/2010/04/puluhan-anak-sd-tawuran-dengan-samurai.html

Rabu, 21 Januari 2009

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI

Pada saat penulis ikut pelatihan Training Leadership di Riau, salah satu pengisi materi mengatakan “bahwa di depan mata kita sekarang ada jalan raya gelombang-gelombang elektronik dan informasi yang sangat banyak, hanya tidak bisa kita lihat karena di alam maya, itulah dunia teknologi informasi yang tidak bisa kita pungkiri lagi”.

Teknologi informasi telah menimbulkan Cultural shock yang mempengaruhi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini tereflesikan dalam perubahan gaya hidup (life style), fashion, mode, pandangan hidup yang materialistis, orientasi dan kecenderungan yang terus berubah seiring dengan arus informasi yang sedang tren.

Perkembangan teknologi informasi telah membuat dampak bagi kehidupan masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau. Adapun dampak tersebut yaitu:

1. Dampak Positif

Teknologi dan informasi telah benar-benar menjadi gerbong utama globalisasi di berbagai aspek. Kemajuan teknologi komputer dan internet dapat dijadikan parameter kemajuan teknologi dewasa ini. Memang dengan teknologi informasi telah menciptakan produk-produk baru yang mempermudah dan mempercepat hubungan antar manusia. Bahkan pembangunan tower-tower HP telah ada setiap kecamatan-kecamatan di Kabupaten Musi Rawas dan disetiap sudut kota Lubuklinggau sehinga komunikasi dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan akurat.

Aplikasi penggunaan teknologi informasi telah dimanfaatkan berbagai bidang kehidupan seperti dunia pemerintahan, perbankan, bisnis, administrasi, pendidikan, dan dunia entertaiment (hiburan).

Di dunia pendidikan, teknologi informasi telah dimanfaatkan untuk proses pembelajaran jarak jauh, peningkatan motivasi belajar, penulusuran informasi, komputerisasi administrasi dan lain-lain. Di bidang jurnalistik, teknologi informasi telah dimanfaatkan untuk mengakses berita terbaru dari luar negeri dan penerimaan berita dari dan ke luar negeri. Semua dapat dilakukan dalam waktu singkat dan akurat. Begitu pula dalam bidang lainnya. Teknologi informasi telah memberikan sentuhan-sentuhan baru yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

2. Dampak Negatif

Di samping dampak positif di atas yang menjanjikan kemudahan-kemudahan, teknologi juga memberikan dampak negatif yang luar biasa bagi kehidupan. Adanya kemajuan teknologi informasi memunculkan terjadinya pergeseran-pergeseran nilai masyarakat kita. Lihatlah fashion-fashion, mode busana yang kini tren di kalangan remaja kita, hampir mengikuti mode-mode fashion yang disiarkan secara bebas melalui media elektronik. Demikian pula materi hiburan globalisasi. Arena apa yang ditayangkan secara bebas dikukuh menjadi nilai-nilai yang baik, trend, dan modern. Terutama oleh anak-anak dan remaja. Maka secara tidak langsung terjadilah pada anak-anak dan remaja kita pembentukan perilaku tidak baik, seperti: budaya kekerasan, balas dendam, cengeng, sadistis, individualis dan permisif jauh dari nilai-nilai relegius. Hal ini jelas akan berdampak pada menurunnya semangat dan hasil belajar, yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi psikologis anak-anak seperti cepat cemas, tidak percaya diri, stress, motivasi belajar menurun, dll.

Rendahnya moralitas remaja dewasa ini barang kali dapat dijadikan acuan dasar, betapa teknologi informasi telah banyak berperan. Kemorosotan moral remaja dan bahkan orang tua karena pengaruh gambar-gambar porno yang tersebar luas di masyarakat kita baik melalui VCD, DVD, majalah, handphone maupun situs-situs di internet, telah mengubah norma dan etika yang selama ini diyakini masyarakat menjadi budaya hidup permisif, free sex, pergaulan bebas, dll. Akibat pengaruh sumber-sumber pornografi itu banyak orang dewasa terjebak dalam pergaulan bebas, dan penyimpangan seksual lainnya,. Bahkan tidak jarang terjadi perkosaan, tindak pencabulan, dll. Fenomena ini benar-benar meresahkan kita semua. Apa yang akan diharapkan dari generasi harapan bangsa dan agama yang setiap harinya mengkonsumsi media pornografi, obat-obatan, serta pemenuhan nafsu syahwat belaka?.

Teknologi informasi merupakan sunnatullah dan tuntutan masa depan, yang tidak mungkin dapat ditolak kehadirannya, oleh karena itu diperlukan pilihan-pilihan yang cerdas dan tepat agar dapat memperdayakan dan memanfaatkan teknologi tersebut.

Akhirnya semua terpulang kepada kita semuanya dalam menyikapi tantangan teknologi informasi. Apakah kita mampu memanfaatkan teknologi informasi atau kita hanya akan menjadi sampah dan korban-korban dari teknologi informasi yang sarat dengan muatan-muatan kehidupan jahiliyah. Marilah kita selamatkan anak-anak dan keluarga kita dengan menerapkan nilai-nilai agama, tanpa itu, kita barangkali cepat atau lambat akan larut dalam arus peradaban global jahiliyah yang amat………?

Kamis, 08 Januari 2009

PTS INSTAN


Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.

Zaman sudah berubah. Semua orang maunya serba cepat. Jadinya, cenderung mengabaikan proses tapi ingin segera mendapat hasil. Apalagi di negara dengan etos kerja rendah seperti Indonesia. Akibatnya, budaya instan mulai masuk ke setiap kehidupan kita. Hidup di zaman modern seperti sekarang ini segala sesuatu dapat kita dapatkan dengan mudah, praktis dan cepat. Kemajuan teknologi telah memanjakan kita. Mau ngobrol dengan rekan atau saudara yang bermukim di belahan dunia lain, tinggal angkat telepon atau buka internet. Mau transaksi —transfer uang, bayar listrik, kartu kredit, beli pulsa— tidak perlu susah-susah ke bank atau ATM. Semua bisa dilakukan lewat handphone.

Maklum, orang makin sibuk. Malas direpotkan dengan hal-hal ribet. Maunya serba instan. Salahkah itu?, selama masih mengikuti hukum alam, serba instan itu sah-sah saja. “Hidup yang baik dan sukses adalah hidup yang sesuai dengan proses alam”. Sampai level tertentu teknologi bisa kita pakai untuk mempercepat hal-hal yang bisa dipercepat sesuai hukum alam. Kemajuan teknologi dan tuntutan zaman, memungkinkan kita mendapatkan sesuatu serba cepat. Tetapi tidak asal cepat. Kualitas harus tetap terjaga.. Mestinya, hasilnya harus lebih baik. Jadi, cepat, baik dan bermutu harus berlangsung bersama.

Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Mendapatkan sesuatu dengan mudah membuat orang enggan bersusah payah. Tak mau melewati proses alias malas. Yang penting cepat !. Bermutu atau tidak, itu urusan nanti. Berorientasi hanya pada hasil, proses tidak penting. Parahnya, “virus” itu sudah menyebar ke berbagai aspek kehidupan. Ingin sukses dengan cara instan. Jadilah, banyak orang korupsi, punya gelar palsu, beli skripsi, dosen jual nilai, kuliah kelas jauh, ijazah aspal, asal lulus, kuliah tidak ijazah ada dan lain sebagainya. Inilah fenomena Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas.

Kalau memang berat, membosankan dan ketinggalan zaman mengapa kita harus bermutu? Kalau ada cara cepat yang memberi hasil, mengapa tidak dicoba?. Lebih lanjut, sekarang ini sudah terjadi pergeseran nilai di masyarakat. Orang makin individualis dan cenderung melecehkan hak orang lain. Untuk mengejar kesuksesannya, orang tak ragu-ragu mengorbankan orang lain.

Pendidikan cenderung dibisniskan, munculnya berbagai cara yang mengarah pada pelanggaran etika akademik yang dilakukan perguruan tinggi di Propinsi Sumatera Selatan pada umumnya dan di Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau pada khususnya untuk memenangkan persaingan, menunjukkan bahwa pendidikan kini cenderung dipakai sebagai ajang bisnis. Pola akademik yang memberikan kemudahan dan instan merupakan suatu gambaran bahwa perguruan tinggi tersebut tidak ada kreasi dan inovasi dalam hal kualitas pendidikan. Kecenderungan tersebut akan menghancurkan dunia pendidikan, karena akhirnya masyarakat/tunas-tunas bangsa Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas bukan kuliah untuk meningkatkan kualitas diri, melainkan hanya mengejar gelar untuk prestise. Kondisi pendidikan tinggi seperti ini cukup memprihatinkan. Ada PTS yang mengabaikan proses pendidikan, ada PTS fasilitasnya tidak sesuai dengan program studinya. Bahkan ada PTS yang hanya menjadi mesin pencetak uang dan mengejar kuantitas, bukan menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Produk lulusan perguruan tinggi yang proses pendidikannya asal-asalan dan bahkan akal-akalan yang tidak ditunjang dengan peraturan akademik, fasilitas, sarana dan prasarana, hanya untuk merekrut calon mahasiswa sebanyak-banyaknya. Apakah ini gambaran perguruan tinggi berkualitas ?.. Sehingga perguruan tinggi hanya memberikan gelar saja tanpa dibarengi keahlian bagi lulusannya. Dalam hal ini semua, Pemerintah Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas melalui instansi terkait berkerjasama dengan Kopertis II untuk bersikap tegas menindak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang melanggar dan mensosialisasikan aturan yang tak boleh dilanggar oleh PTS. Pengelola perguruan tinggi juga harus menghentikan semua langkah yang melanggar aturan.

Jika ini tidak ditanggapi oleh pihak pemerintah Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas, maka PTS di kota dan Kabupaten ini hanya mencetak para penganggur2 intelektual.