Senin, 03 Januari 2011
SUKSES DI AFF, TERNYATA OKTO HANYA DAPAT Rp25 Juta DARI PSSI
Perhelatan Piala AFF 2010 telah melambungkan para pemain Indonesia termasuk Oktovianus Maniani sebagai salah satu ikon tim Garuda. Namun cucuran keringat Sang ‘Mutiara Hitam’ ini hanya dihargai Rp25 juta oleh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Nilai ini tentu saja tak sebanding dengan kontribusi yang diberikannya mengantarkan Indonesia menempati posisi nomor 2 di ASEAN.
Sangat disayangkan apabila atlet bermutu tidak mendapatkan reward yang layak
Kalau Okto, demikian dia dipanggil, memerlukan waktu hampir sebulan guna mendapatkan bonus Rp 25 juta, tidak halnya dengan penyanyi Syahrini yang hanya butuh waktu 1 jam untuk dibayar Rp 50 juta lewat aksi panggungnya menyanyikan sekitar 3 atau lima lagu.
Namun pemain bernomor punggung 10 di timnas tetap mensyukuri nikmat yang didapatnya. Layaknya sebagai seorang sinterklas yang muncul pada perayaan Natal, Okto pun membagikan bonus tersebut kepada sanak saudaranya di Jayapura. “Uangnya sudah habis saya bagikan kepada sanak saudara saya,” tukas anak laki satu-satunya dari lima bersaudara pasangan Benyamin Maniani dan Ny. Dorci saat dihubungi Pos Kota tengah berlibur di kampung halamannya di Jayapura, Papua, Senin (3/1). PSSI memang telah membagikan bonus yang keseluruhannya berjumlah Rp 3,5 miliar atas keberhasilan timnas melangkah ke babak final.
Manajer Tim Andi Darusalam Tabusala mengatakan, bonus pemain telah dibagikan. Namun jumlah yang diterima pemain tentunya tidak merata terutama pemain inti dengan cadangan. “Untuk Okto tak mungkinlah mendapat bonus sebesar Rp 25 juta karena dia pemain inti. Kisarannya mencapai Rp 100 juta,” beber pria yang akrab disapa Salam itu.
Selama berkiprah di Piala AFF 2010 1-29 Desember, Okto telah menyumbangkan satu gol ke gawang Laos saat Indonesia menang 6-0. Ia juga memberi assist atas terciptanya gol kelima Indonesia yang dicetak Irfan Bachdim ketika mengalahkan Malaysia 5-1 di fase Grup. Namun Okto tak bisa tampil di leg kedua babak final melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 29 Desember, akibat akumulasi kartu kuning.
Pemain berusia 20 tahun yang berasal dari klub Sriwijaya FC itu direkomendasikan oleh kolumnis ESPN (kabel tv olahraga dunia) John Duader sebagai satu dari 10 pemain Asia yang layak bermain di benua Eropa. Malah Duader menyebut Okto sebagai Ryan Giggs-nya Indonesia. Pemain yang pernah membela PSMS Medan dan Persitara Jakarta Utara ini pun tak menolak bila memang ada tawaran bermain di Benua Biru.
“Saya hanya berupaya mengeluarkan segenap kemampuan saat berlaga termasuk ketika membela negara,” ujarnya. Okto menambahkan, penampilan cemerlangnya di Timnas tak lepas dari peran rekan-rekannya. “Sayang kita gagal membawa Indonesia juara. Tapi saya senang dapat membela negara di Piala AFF 2010,” katanya.
sumber :http://ruanghati.com/2011/01/04/sukses-di-aff-ternyata-okto-hanya-dapat-rp25-juta-dari-pssi/
Minggu, 02 Januari 2011
HEBOH.....!!!! DITEMUKAN DANAU DARAH, KELABANG DAN BURUNG RAKSASA DI PAGAR ALAM
Warga Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Sabtu (4/12/2010), menemukan danau yang permukaan airnya berwarna merah dengan luas 6 hektar di perbatasan Provinsi Bengkulu atau sekitar bukit Raje Mandare.
Keberadaan danau ini juga baru dapat dijangkau dalam waktu sekitar dua hari dengan berjalan kaki melewati kawasan hutan dan bukit Rimbacandi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Selatan.
"Kami bersama rombongan 21 orang, termasuk dua paranormal, melakukan ekspedisi di kawasan Rimbacandi dengan menelusuri tebing, hutan, dan perbukitan selama dua hari baru sampai di lokasi danau merah tersebut," kata Asmidi, warga setempat, di Pagar Alam.
Letak danau itu di sekitar perbukitan Raje Mandare, di perbatasan antara Kota Pagar Alam dan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang terkenal dengan banyak simpanan sejumlah peninggalan bersejarah, termasuk candi.
Menurut dia, di daerah itu memang banyak hal yang aneh bisa ditemukan. Bukan hanya ada danau dengan air berwarna merah, melainkan juga ada lokasi yang menimbulkan aroma pandan bila malam hari.
'Namun anehnya, meskipun dilihat dari permukaan berwarna merah, tapi ketika air diambil menggunakan tangan dan diangkat ke permukaan, justru warnanya seperti biasa, bening dan jernih,' kata dia.
Selain danau merah, di hutan Raje Mandare yang penuh keanehan itu juga ada sejumlah satwa raksasa. Misalnya, kelabang dengan lebar 30 cm dan panjangnya 50 cm, burung raksasa, dan kerbau yang telinganya ada sarang lebahnya.'
sumber : dunia-unik.com
OKTO DINILAI PANTAS MAIN DI EROPA
Jakarta - Daftar pemain Indonesia yang merumput di Eropa mungkin akan bertambah satu lagi. Setelah tampil gemilang di Piala AFF, Oktovianus Maniani dinilai layak merumput di Benua Biru oleh situs berita ESPN.
Okto mencuri perhatian publik sepakbola Indonesia saat dipercaya pelatih Alfred Riedl mengisi posisi sayap kiri. Tampil menggantikan Boaz Salossa yang dicoret karena alasan indisipliner, Okto membayar penuh kepercayaan yang diberikan pelatihnya.
Cuma satu gol yang berhasil dilesakkan putra Papua itu dari penampilannya di Piala AFF. Namun dengan keberanian, determinasi dan kecepatan yang dimiliki, pesepakbola 20 tahun itu punya masa depan yang sangat baik.
Sangat baik bukan hanya karena dia sangat mungkin bakal diproteksi oleh Sriwijaya FC dengan kontrak lebih besar, namun karena terbukanya peluang merumput di Eropa. Demikian ditulis oleh kolumnis ESPN, John Duerden, Minggu (2/1/2010).
Okto masuk dalam daftar 10 pemain Asia yang dianggap punya kemampuan sangat baik untuk bisa merumput di Eropa. Itu semua juga ditunjang dengan usia sang winger yang terhitung masih sangat muda.
"Winger cepat ini menjadi perhatian dalam AFF Suzuki Cup yang baru saja selesai di mana Indonesia masuk ke final dan dikalahkan Malaysia. Oktavianus enak ditonton saat dia menyisir sisi kiri, dengan usia 20 tahun, dia akan bisa terus berkembang. Jika 'Ryan Giggs Indonesia' itu mau seperti (Ryan Giggs) aslinya, dia harus mengikuti langkahnya dan menemukan konsistensi. Masih sangat mentah, tapi itu justru membuat dia punya lebih banyak antusiasme," demikian tulis Duerden.
Okto selalu jadi pilihan utama Riedl di lima pertandingan Indonesia di Piala AFF. Satu-satunya di mana dia absen adalah leg kedua babak final lantaran terkena akumulasi kartu kuning.
Ada dua pemain Asia Tenggara yang dianggap punya nilai lebih oleh Duerden sehingga layak bermain di Benua Biru. Pesepakbola yang lain adalah kiper muda Thailand Kawin Thamsatchanan. Kabarnya pelatih Bryan Robson sempat mempromosikan kiper 19 tahun itu pada Manchester United.
Berikut daftar pesepakbola Asia yang dinilai menjanjikan dan layak merumput di Eropa
1. Deng Zhuoxiang (Shandong/China)
2. Ismail Matar (Al Wahda/UAE)
3. Koo Ja Cheol (Jeju United/Korea Selatan)
4. Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United/Thailand)
5. Yasser Al Qahtani (Al Hilal/Arab Saudi)
6. Octavianus Maniani (Sriwijaya/Indonesia)
7. Karim Ansarifard (Saipa/Iran)
8. Jungo Fujimoto (Shimizu S-PulseJepang)
9. Alexander Geynrikh (Pahktakor/Uzbekistan)
10. Firas Al-Khatib (Al Qadsia/Syria)
( din / rin )
sumber :http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/01/02/224621/1537675/76/okto-dinilai-pantas-main-di-eropa
IRFAN BACHDIM TERANCAM DICORET DARI TIMNAS
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTAN -- Irfan Bachdim, striker Persema Malang, bisa terancam dicoret dari timnas Indonesia menyusul keputusan Persema Malang keluar dari kompetisi PSSI 'Liga Super Indonesia' 2010 untuk gabung dengan kompetisi tandingan Liga Primer Indonesia (LPI). Karena, PSSI tidak mengakui pemain yang tampil di LPI karena kompetisi tersebut dinilai ilegal.
''Apabila kesebelasan tersebut bergabung dengan kompetisi ilegal atau di luar PSSI, maka akan mendapatkan sanksi organisasi dari federasi sepak bola Indonesia,'' kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, di Jakarta, Kamis (30/12). ''Sanksi juga akan diberikan kepada semua yang terlibat mulai dari tim manajemen, jajaran pelatih, maupun pemain yang saat ini memperkuat klub tersebut.''
Irfan bersama pemain naturalisasi lainnya, gelandang Kim Jeffrey Kurniawan, saat ini memperkuat Persema Malang. Laskar Ken Arok, julukan Persema Malang, bersama PSM Makassar dan Persibo Bojonegoro secara resmi sudah menyatakan mundur dari LSI 2010/2011.
PSSI sebelumnya mengancam pemain yang ikut kompetisi LPI. PSSI tidak mengakui pemain tersebut meski mereka berstatuskan pemain timnas. Untuk pemain asing yang tampil di LPI, PSSI mengancam akan langsung mendeportasinya.
Terkait ancaman Irfan yang tidak bisa memperkuat timnas jika berlaga di LPI, Persema tidak terlalu khawatir. Manajer Persema, Asmuri, beralasan bahwa Bachdim dan Kim sudah terikat kontrak dengan Persema. Sehingga apabila keduanya membatalkan karena ancaman itu, maka kedua pemain itu terkena pelanggaran administrasi dan wajib mengembalikan nilai kontraknya dua kali lipat.
Langganan:
Postingan (Atom)


