Minggu, 05 Desember 2010

MOTIVASI : Setipis Kulit Ari


Pasti anda semua pernah mendengar ungkapan, jarak antara benci dan cinta hanya setipis kulit ari. Bahkan ada lagu yang syairnya benci-benci tapi rindu, gimana tuh masa benci tapi rindu. Anda boleh tertawa, mengangguk-angguk pun boleh tapi yang saya bahas di sini bukan cinta atau benci. Gambaran cinta dan benci hanyalah salah satu contoh dari sekian banyaknya dua pola yang berlainan dalam kehidupan kita. Misal, datang dan pergi, hidup dan mati, serta masih banyak lagi, saya yakin anda semua bisa menyebutkan lebih dari apa yang saya sebutkan. Namun kali ini bukan itu yang akan saya bagikan pada pembaca yang luar biasa. Mungkin anda pernah atau bahkan sering mendengar ucapan dari teman atau saudara “ Ahh, itu terlalu sulit untuk dilakukan, pasti nanti gagal.” Atau kalau boleh jujur kita sering mengucapkannya sendiri. Hayoo, tidak perlu mengernyitkan dahi :>

Saya pernah mendapatkan cerita yang menggelitik namun cukup membangkitkan rasa geregetan juga, masa kita manusia kalah dibandingkan katak. Pasti pembaca yang luar biasa penasaran. Boleh ya sekali-sekali saya mendongeng buat anda, yang penting jangan kalah sama katak yang satu ini. Begini ceritanya, suatu kala di perkampungan katak diadakan lomba memanjat menara yang menjulang tinggi di tengah-tengah perkampungan. Di hari perlombaan banyak katak muda berkumpul untuk membuktikan siapa yang terhebat bahkan mereka terlibat obrolan yang menonjolkan kemampuan masing-masing. Ada yang mengatakan sekali lompatan mampu mencapai jarak 1 meter, 2 meter dan lain-lain. Akhirnya perlombaan pun dimulai, katak-katak muda bersemangat menunjukkan kemampuan mereka melompat. Para penonton bersorak-sorai, namun ada pemandangan yang lain. Nampak diurutan terbawah ada katak muda kecil yang begitu santai memanjat bukannya melompat. Para penonton tidak menggubrisnya sama sekali karena sibuk melihat katak-katak lain yang sudah hampir setengah jalan. Kemudian dari kerumunan penonton ada yang berteriak “Ah, mana mungkin bisa sampai di atas sana, terlampau tinggi, mata kita saja tak mampu melihat di mana puncaknya.” Seketika itu para penonton pun bergumam keras “ Betul juga, kita saja tak mampu melihat puncaknya.” Mendengar teriakan para penonton, peserta yang sudah setengah jalan merasakan kegamangan.


Satu persatu dari mereka berjatuhan. “ Betul kan, mana mungkin bisa sampai puncak, rasanya mustahil.” Teriakan penonton makin lama makin keras, seiring dengan itu makin banyak pula katak-katak yang jatuh. Peserta yang jatuh merasakan begitu sulit mencapai puncak menara karena mata mereka juga tidak mampu melihat puncaknya. Eitss tapi tunggu dulu, mengapa tiba-tiba ada taburan bunga dari atas. Bunga berwarna-warni, harum pula baunya. Ternyata ada seekor katak yang turun dari atas dan menaburkan bunga-bunga sembari berteriak dengan riang, “ Aku menemukan bunga indah ini di atas sana, bunga yang kubagikan kepada kalian, hore, hore.” Para penonton dan peserta yang gagal karena terjatuh sontak kaget bukan kepalang. Mereka bertanya-tanya bagaimana katak yang satu ini bisa sampai di atas sana dan mengambil bunga yang elok dan harum padahal semuanya sudah merasakan ketidakmungkinan untuk mencapai puncak menara.

Kemudian ada penonton yang nyeletuk “ Bukankah itu katak muda yang memanjat tadi??” para penonton dan peserta pun penasaran ingin tahu apa rahasianya katak muda ini bisa sampai di atas kemudian turun dengan membawa bunga-bunga yang indah. Mungkin pertanyaan yang sama juga muncul pada benak para pembaca yang luar biasa. Saya memaklumi jika kita kalah dengan katak yang satu ini :>

Pasti para pembaca ikut penasaran dan menunggu jawaban dari katak muda. Hehehe. Tapi jangan salahkan saya jika jawabannya cukup menggemaskan. Ketika ditanya berulangkali katak muda itu hanya berkata, “ Aku tidak dapat mendengar apapun dan aku tidak mengerti apa yang kalian katakan karena aku tuli, sedari di bawah tadi aku senang memperhatikan kalian semua menyemangati bahkan ketika aku tertinggal jauh di bawah dan teman-teman peserta lain meninggalkanku untuk beristirahat. Tak jemu-jemu kalian menyemangati, aku mengucapkan banyak terimakasih. Taburan bunga tadi sebagai hadiah untuk kalian semua.” Para penonton dan peserta lainnya melongo. Anda juga melongo ??

Itu hanya lah sepenggal cerita namun mewakili hampir seluruh aspek kehidupan kita. Seperti di awal tulisan saya tadi mengenai ungkapan jarak antara benci dan cinta hanya setipis kulit ari. Bukan hanya cinta dan benci kalau kita mau menelaah lebih dalam. Kisah katak muda tadi menjadi contoh berapa banyak orang yang menyerah gara-gara teriakan tentang kesulitan, tentang ketidakmungkinan padahal kesuksesan hanya berjarak setipis kulit ari. Memang bukan berarti kita harus menjadi tuli seperti katak muda tadi, tetapi kerendahhatian mendengar kritikan, kata-kata pesimis, olokan lah yang patut kita praktekkan untuk tetap konsisten sehingga meraih kemudahan dalam mencapai kesuksesan. Bukankah gunung terasa datar jika kita telah mencapai puncaknya. Jadi yakinlah Tuhan berkarya dalam setiap usaha anda walaupun kadang terasa sulit tapi setelah dijalani dengan kerendahan hati dan rasa syukur maka kesuksesan terasa mudah dan pada akhirnya bisa bermanfaat pula bagi sesama. So, masih mau kalah dengan katak muda tadi ??Salam.


sumber :http://www.antonhuang.com/setipis-kulit-ari/

MOTIVASI : Anti gagal


kata-kata motivasi ini benar-benar anti gagal. Pemirsa tidak akan pernah mengalami kegagalan bila menerapkan kata-kata motivasi bijak berikut ini :

“Saya tidak pernah gagal. 1000 percobaan yang saya lakukan dalam menemukan lampu, itu bukanlah kegagalan. Saya berhasil menemukan bahwa ada 999 bahan lampu yang tidak cocok” (Thomas Alfa Edison)

“Kalau prinsip Anda Belajar atau Sukses, maka Anda tidak akan pernah Gagal”

“Anda tidak akan pernah gagal bila Anda terus bergerak/berusaha”

“Saya pernah beberapa kali berusaha, dan saya tau kalau usaha-usaha saya yang dulu itu tidak cocok dengan saya, dan akhirnya usaha inilah yang cocok buat saya.”

“Anda diTOLAK!! Selamat!! Anda berhasil mengumpulkan lagi voucher untuk Keberhasilan Anda!!”

“Anda JATUH!! Selamat!! Anda akan segera Naik ke Tempat Yang Lebih Tinggi!!

“Siapapun dan Apapun yang tidak membuatku Jatuh, Membuatku makin Bertambah Kuat.”

Pemirsa!! Bagaimana?! Saya pernah mengalami apa yang saya sharingkan, saya pernah jatuh, saya pernah terjerambab, saya pernah tenggelam, saya pernah “dipukul jatuh”, saya pernah dalam gelap, Namun, semua itu, tidak ada artinya, Justru semua itu menjadi cerita-cerita manis yang menghiasi hidup saya dan juga generasi saya berikutnya!!

Apakah Pemirsa masih takut untuk Gagal? Tidak ada pernah Kata Gagal bila Pemirsa menerapkan kata-kata bijak motivasi yang disharingkan di atas…

Tdak percaya??

Mau tau Rasanya Lezatnya Makanan? Caranya dengan Memakannya sendiri,bukan dengan mendengarkan cerita orang.

Mau tau Rasanya Sukses??? Caranya dengan mengalami Sendiri Jatuh, Terjerambat, Dalam Gelap, Tenggelam, dan Lalui itu hingga menjadi Cerita-cerita Manis, Cerita-cerita Seru yang akan menghiasi Kehidupan Pemirsa dan Generasi Pemirsa!!

Dan itu akan pemirsa sharingkan suatu hari nanti di blog AntonHuang.com ini, blog sharing motivasi, inspirasi, kata motivasi, cerita motivasi, kata bijak, cerita bijak, sehingga Pemirsa pun akan menjadi berkah bagi orang-orang lainnya…

MOTIVASI : Takut sukses atau takut gagal?


Pernah ada yang bertanya, "Apakah takut sukses itu benar-benar ada?". Jangan-jangan cuma alasan takut gagal saja. Tapi sebelumnya kita ingin bertanya: "apa sih definisi sukses?". Kalau yg terbayang: punya mobil mewah, rumah besar, karir hebat...mmmm. ..barangkali kurang tepat. Saya lebih suka sukses dikaitkan dengan "I'm living my passion, I LOVE what I do, I jump out of bed in the morning and can't wait to start my day, I am sharing my gifts with others...etc. "

Tapi hati-hati juga dengan kalimat manis diatas karena kita bisa terjebak di comfort zone dan tidak sadar kalau kita punya potensi. Ada satu kata yang sering dilupakan: "STRETCH". We want our success to evolve - to represent more of what we want to become. Untuk itu kita ingin stretch our zone. Dengan stretch we then make plans and take actions.

Takut gagal = gagal karena takut?

Katanya lebih banyak orang yg takut gagal daripada takut mati. Woow..kenapa ya? Kegagalan biasanya dikaitkan dengan ketidakmampuan seseorang memenuhi harapannya. Entah itu karir, bisnis, akademik atau relationship. Struktur masyarakat modern diciptakan dari konsep kompetisi. Survival for the fittest. Untuk survive, kamu harus berhasil. Kalau tidak kamu gagal dan mati. Begitulah kasarnya.

Orang yang takut gagal belum tentu orang bodoh. Namun ada mekanisme "self-sabotaging" yang ada dalam dirinya. Biasanya ini berkaitan dengan keinginan dia untuk tampil perfect. Menjadi idol yang dikagumi banyak orang. Sayangnya ia justru menjadi terbebani dengan standar perfection yang berlebihan.

Darimana asalnya?

Secara psikologis, orang yang takut sukses dan takut gagal memiliki isu sama di "willpower". Mungkin kedengarannya aneh, orang yang takut sukses willpower-nya kecil. Ia cenderung stagnant dan tidak men-challenge dirinya untuk melakukan hal-hal baru. Orang yang takut gagal justru willpower-nya besar. Tapi sayangnya ia menyalahgunakan willpower itu dengan men-sabotase dirinya sendiri. Ia bisa menyusun rencana untuk sebuah pekerjaan yang luar biasa, tapi tidak melakukan action apapun dan tiba2 perhatiannya beralih ke kegiatan yang lain.

Sekarang kita lihat belief atau pandangan apa saja yang membuat willpower tidak bisa teraktualisasikan dengan optimal.

Beliefs orang yang takut gagal

"Saya harus sempurna"
"Saya harus jadi nomor satu"
"Saya harus berhasil supaya orang-orang mengagumi saya"
"Kegagalan adalah akhir segalanya"
"Saya akan dihukum kalau saya gagal"
"Saya harus menjaga citra diri"
"Pandangan orang tentang saya harus selalu baik"

Beliefs orang yang takut sukses

"Kalau saya berubah nanti saya jadi orang lain"
"Saya menghindari tanggung jawab"
"Saya suka menunda pekerjaan"
"Saya merasa kurang berarti"
"Tidak mungkin!" , "Masa sih bisa?"
"Saya tidak tahu bagaimana melakukannya"
"Saya takut ketidakpastiaan"

Kalau kita telusuri lebih dalam, takut sukses dan takut gagal biasanya timbul karena adanya emotional atau sexual abuse di masa kecil. Core beliefnya adalah feeling unwanted. Sayangnya orang tua yang semestinya berperan positif dalam perkembangan si anak justru tanpa sadar melakukan abuse sehingga ketika beranjak dewasa si anak menjadi pribadi yang takut. Emosi si ibu pada saat mengandung tentunya juga membentuk karakter awal si anak. Lingkungan, termasuk teman2, juga berperan dalam pembangunan kejiwaan si anak. Environment affects gen.

Ciri-ciri di tubuh

Abuse ini bisa diamati dengan mudah di tubuh kita. Tubuh sebelah kiri menyimpan emotional abuse. Beberapa orang yang saya temui mengeluh tubuh sebelah kirinya pegal, lemah dan gampang sakit. Bisa ditebak, setelah ditelusuri mereka menyimpan memori emotional abuse pada saat kecil.

Tubuh sebelah kanan menyimpan sexual abuse. Gejalanya hampir mirip dengan emotional abuse. Terasa lemah, tapi juga bisa kaku dan terasa berat.

Kabar baiknya, kita bisa keluar dari kondisi terbatas ini asal punya willpower yang kuat. Terapi menfasilitasi perubahan, sementara diri sendirilah yang menjalankan perubahan itu. Willpower ini katanya menunggu untuk dibangkitkan. Bukan besok atau lusa tapi seperti orang bijak bilang, "Kalau tidak sekarang kapan lagi?"

SI GANTENG IRFAN BACHDIM


Jakarta - Penampilan bagus Irfan Bachdim saat melawan Malaysia ternyata bukan sensasi sesaat. Usai kembali mencetak gol, nama pemain blasteran Indonesia-Belanda itu kian dielu-elukan fans. Satu mimpinya pun sudah terwujud.

Saat Indonesia menggasak Malaysia 5-1 Rabu kemarin, Irfan langsung jadi idola baru fans 'Merah Putih'. Satu gol yang dicetaknya serta aksinya di lapangan saat itu mengundang decak kagum. Tak heran jika ia sempat menjadi trending topic di Twitter.

Pemujanya pun didominasi kaum hawa yang menggilai wajah tampan milik pesepakbola 22 tahun itu. Namun tak sekadar bertampang rupawan, Irfan memang memiliki talenta besar yang ia dapat saat menimba ilmu di akademi sepakbola Ajax Amsterdam dan FC Utrecht.

Setidaknya itu yang ditunjukkan Irfan saat Indonesia menghadapi Laos di laga kedua Grup A Piala AFF, Sabtu (4/12/2010) malam WIB. Para pendukung yang menanti kembali aksi Irfan dibuat puas.

Daya jelajah yang tinggi ke seluruh penjuru lapangan, skill individu yang dibarengi naluri gol tinggi membuat Irfan jadi andalan baru di lini depan. Hasilnya? Irfan kembali mencetak gol keduanya bagi timnas Indonesia diteriakkan 'Irfan Bachdim, Irfan Bachdim' oleh puluhan ribu penonton yang memadati stadion terbesar di Tanah Air itu.


Sebuah fenomena yang membuat Irfan senang bukan kepalang. Bagi pemain Persema Malang itulah mimpi dia sebagai seorang pesepakbola dan berjanji terus memberikan penampilan terbaik di lapangan selama dipercaya oleh pelatih Alfred Riedl.

"Sungguh luar biasa. Ini impian masa kecil saya. Bermain di stadion yang penuh, mencetak gol dan suporter meneriakkan nama Anda. Impian saya menjadi kenyataan. Saya akan terus memberikan penampilan terbaik saya di lapangan," sahut Irfan saat ditemui di Mixed Zone usai pertandingan.